website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Hari Cerah, Hati Positif

  • 1505 pengunjung
  • 2083 hits
  • 24 Feb 2016

MEMULAI hari cerah dengan kecerian dan hati yang positif, merupakan setengah kesuksesan hari ini sudah kita peroleh. Inilah modal besar untuk meraih sukses besar kita hari ini dan hari selanjutnya. Oleh karena itu, jagalah hati sejak kita bangun pagi. Mulailah kehidupan pagi dengan positif, ceria, dan cerah-secerah matahari dan udara bersih di pagi hari. Kalaulah di pagi ituhati terkondisi tenang, sejuk, damai, dan menyenangkan, maka yakinlah bahwa perjalanan keseharian akan terseleksi ke arah yang positif, dan positif muaranya kesuksesan.

            Hari cerah pun dilanjuntunkan dengan pertemanan yang lebih banyak yang bisa membuat kita makin arif dan pemaaf. Bila, tidak cepat marah dan tersinggung, tetulah gilirannya adalah nikmat hidup yang penuh kebahagiaan dengan kelimpahan rahmat dan rezeki dari Ilahi Rabbil.

            Untuk mencapai pagi yang cerah itu, maka 1) usahakan bisa istirahat yang cukup pada malam hari, masalah yang banyak dan rumit tinggalkan, besok di kerjakan lagi; 2) bikin damai pikiran hati dan jiwa dengan cara bahwa sebelum bangun nyatakan terimah kasih dan syukur pada Tuhan, pada keluarga, pada Alam, serta rumah kitauntuk tempat bernaung; 3) sapa dan lontarkan senyum pada semua orang, berikan tangan dan jabat tangan orang yang mampu kita jangkau; 4) biasakan untuk tidak mengeluh, apalagi menyerah menghadapi tatangan apapun, tetap jaga semangat, dan mesti tetap diingat bahwa kita adalah manusia sempurnah yang telah Tuhan berikan segalanya untuk survive!

                                                                                                (Makassar, 23 Februari 2014) 

Catatan : seusai mendampingi Presiden Susilo Bamabang Yuhoyono melakukan kunjungan kerja selam lima hari di sulsel

 

 

Terkait

    • 1462 pengunjung
    • 2236 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1427 pengunjung
    • 2138 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1494 pengunjung
    • 2279 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya