website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Sulawesi Selatan Energizer dari Timur

  • 1415 pengunjung
  • 2062 hits
  • 24 Feb 2016

Tidak bisa dipungkiri, Sulawesi Selatan menjadi kekuatan utama dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Disektor transportasi, provinsi ini menjadi hub atau penghubung bagi provinsi lain di kawasan timur Indonesia. Pusat lalu lintas penerbangan udara dan laut untuk sebelas provinsi di kawasan timur berada di Makassar. Di sektor perhubungan udara, ada Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Di sektor perhubungan laut ada Pelabuhan Makassar yang non stop beraktivitas. Tidak mengherankan jika Sulsel sering disebut sebagai energizer dari timur.

Peran-peran strategis Sulsel ini juga menjadi evaluasi setiap peringatan ulang tahun provinsi. Termasuk pada peringatan HUT ke-334 Sulsel tahun 2013 ini yang menjadi momentum keberpihakan pada daerah, berpihak pada rakyat. Hari jadi Sulawesi Selatan harus menjadi instrokpeksi  dan refleksi, bahkan berevaluasi terhadap semua yang pernah kita lakukan dan kerjakan. Dengan demikian, hari jadi harus menjadi momentum konsolidasi emosional, konsolidasi idealisme, konsolidasi konsepsi, juga konsolidasi dari program-program yang harus lebih bermakna bagi daerah ini, bagi Sulawesi Selatan, bagi rakyat dan bagi kepentingan kehidupan.

Peringatan hari jadi Sulsel tahun ini akan mengukuhkan provinsi ini sebagai pilar utama, penyangga utama dan kekuatan utama dan kekuatan utama Indonesia. Hanya dengan pilar utama dan kekuatan utama itu barulah kita bisa maju, cukup baik, cukup sempurna. Semua serba bisa kita prediksikan dari apa yang menjadi tantangan. Kita makin linier dari hari ke hari terhadap upaya-upaya menghadirkan kebersamaan keutuhan segala anak bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika. Sulsel makin mampu mengkontinyukan rasa nasionalisme kita, rasa keberanekaragaman tetapi satu jua dan menjadikan ini Sulawesi Selatan adalah energizer dari timur bagi bangsa dan negara.

Sebagai energizer dari timur, Sulsel mestilah menjadikan diri sebagai terdepan dalam semua hal. Setidaknya, kita membuktikan daerah kita sebagai lumbung padi nasional. Kita menjadi pusat kesehatan yang membuat masyarakat di provinsi lain di kawasan timur Indonesia tidak perlu ke Jawa dengan hadirnya beragam fasilitas kesehatan yang makin canggih serta menjamurnya rumah sakit internasional di Makassar. Malah, kita sedang menuntaskan pembangunan Center Point of Indonesia (CPI) yang menyiapkan wisma negara untuk beragam pertemuan bertaraf internasional. Di sisi lain, kita menjadi pengekspor kakao, surplus beras dan penghasil rumput laut terbesar di negeri kita.

Yang terpenting dari semua itu adalah penguatan jejaring dan simpul networking yang memang menjadi tantangan dalam perkembangan global. Dengan pendekatan itu, enam aspek yang menjadi skala prioritas Sulsel akan berjalan lebih baik. Keenam aspek itu adalah pertama, secara ideologi anak negeri ini adalah anak bangsa yang bisa diandalkan menjadi eksistensi kekuatan negara. Kedua, dalam segi pemerintahan, pemerintahnya baik, kuat, dipercaya oleh rakyat. Ketiga, pertumbuhan ekonomi makin meningkat, makin maju yang muaranya peradaban makin baik. Keempat adalah dari dimensi agama makin kental dan dalam. Lalu yang kelima adalah aspek kesehatan. Rakyat  juga harus mampu menjadi orang-orang yang sehat dan cerdas. Yang keenam dari segi ketahanan dan pertahanan termasuk hadirnya pertahanan dan ketentraman. Enam aspek itulah yang harus terdorong dalam momentum hari jadi Sulsel tahun ini.

Intinya, kita harus menciptakan peradaban baru yang muaranya menjadikan Sulsel sebagai energizer dari timur. Kerja dan tekad yang mesti dilakukan secara bersama, semua elemen fokus, karena sejatinya daerah kita memang menjadi hub atau pusat bagi semua daerah di kawasan timur Indonesia.

                                                                                                         @ Makassar, 5 September 2013

Terkait

    • 1460 pengunjung
    • 2235 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1425 pengunjung
    • 2136 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1492 pengunjung
    • 2277 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya