website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Bulan Evaluasi Diri

  • 1733 pengunjung
  • 2202 hits
  • 24 Feb 2016

AYO, berhenti sejenak. Ini bulan suci ramadan. Syahrul ramadan adalah syahrul maghfirah dan syahrul mubarak. Bertemu bulan yang Allah ampunkan dosa dan terima doa kita, tentulah saat yang sangat tepat untuk lebih khusuk mendekat meminta, sebab di ramadan inilah tempat untuk itu

            Akan tetapi, paling penting selain itu adalah bahwa bulan ini tempat kita mengevaluasi diri, perilaku, dan pekerjaan. Kenapa? Karena, evaluasi itu membuat kita bisa lebih memahami tujuan memahami tantangan, sekaligus memperbaiki kekurangan dan memikirkan serta menemukan langkah yang efektif dan tepat pada perjalanan hidup ke depan. Saatnya, kita melakukan evaluasi total untuk membersihkan diri, membersihkan harta dan keuangan, membersihkan hubungan sosial, kekeluargaan, teman kerja, dan masyarakat.

            Yang pasti, bulan ini mestilah memang kita memperbaiki ibadah. Kita perbaiki hati, dan menggembirakan keluarga dan anak yatim serta kaum dhuafa. Bulan ramadan ini harus ada tekad makin memantapkan visi-misi hidup serta kerja kita, tanggung jawab kehidupan kita, serta sudah sejauh mana kenyataan pencapaiannya.

            Saatnya kita merenung. Bila kita menemukan bahwa proyek dan program yang kita emban bermasalah, maka mari tuntaskan! Sebulan ini, kita antisipasi tantangan dan masalah ke depan bagimana menghadapinya. Kita memikirkan secara matang, apa langkah konkret yang akan kita lakukan. Kalaulah sebelum ramadan ini hadir evaluasi diri yang tepat, maka kita akan menemukan kekuatan lalu menciptakan perubahan besar dalam diri kita serta kehidupan yang ada di sekitar kita makin indah dan mengasyikkan.

            Selamat berpuasa!

 

                                                                                                (Makassar, 29 Juni 2014)

 

 

Terkait

    • 1705 pengunjung
    • 2275 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1624 pengunjung
    • 2175 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1749 pengunjung
    • 2329 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya