website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Jangan ko Pakai Kata Dudu atau Terlalu

  • 1235 pengunjung
  • 1634 hits
  • 08 Apr 2016

Ada yang bilang kalau kamu cinta, jangan sampai keterlaluan dan menjadi cinta buta yang habis-habisan. Kalau kamu benci, jangan benci berlebihan karena itu bisa berakhir dengan kesensaraan dan kematian.

Bila demikian, cinta mako, benci mako tetapi jangan sampai cinta dan benci sampai mati. Atau orang Makassar katakanan, jangan ko pakai dudu, cinta-dudu, benci-dudu atau pakai awalan terlalu cinta atau terlalu benci. Kenapa? Karena cintamu harus membahagiakanmu. Dan, bencimu jangan menambah susah dan makin membuatmu sengsara. Kalau begitu, cinta mako dan benci mako tapi yang biasa-biasa mo, hehe……. Jangan ko pakai kata terlalu.

Baik cinta maupun benci itu mengandung bara dan energy yang dahsyat. Juga berbahaya karena bisa membuatmu nekat, emosional, histerikal, dan lain-lain.

Kata terlalu itu bisa mewujudkan tindakan heroic yang tidak bisa diprediksi – bergerak dan melakukan wujudnya terkadang tanpa kendali. Ibarat kalau cinta dan benci tembok tinggi yang logikanya tidak bisa  dilewati dan dijebol, bisa saja itu terjadi atas nama cinta dan benci.

Tapi kalau cinta dikelola dengan positif, misalnya cinta pada kerja dan pengabdian yang normatif, pada keluarga maka dia akan menjadi prestasi. Sebaliknya, benci mati itu maka sesuatu yang harus diwaspadai karena berujung dengan perbuatan menyakiti, membunuh, melakukan tindakan sadism yang tidak kita perkirakan sebelumnya.

Kalau begitu, bisa saja. Kalau kamu cinta atau benci, yang sedang-sedang saja dan tujukan ke arah yang positif. Jangan memang ko terjebak dengan kata dudu-nya orang Makassar atau kata terlalu. Karena hal demikian bisa ki sangat emosional dan membunuhmu. Hehe, salamat ki.

 Surabaya, 7 Oktober 2014

Terkait

    • 1349 pengunjung
    • 2103 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1315 pengunjung
    • 2009 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1376 pengunjung
    • 2155 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya