website resmi pemerintah provinsi sulawesi selatan http://sulselprov.go.id

Taburkan Kebaikan

  • 1461 pengunjung
  • 1765 hits
  • 11 Apr 2016

 

Dalam keseharian kita, selalu saja ada hal yang di luar kendali kita, antara lain bagaimana kita tidak mampu men-setting apa yang orang lain harus lakukan pada kita. Atau apa pandangan, tulisan, perkataan orang lain pada kita.

Terkadang kita harus kecewa pada orang-orang yang selama ini kita hormati atau kita besarkan, kita bantu dan fasilitasi namun pada akhirnya melemparkan kotoran ayam dalam plastik ke rumah kita.

Kalau sudah begitu, marahkah? Tersinggungkah? Kecewakah? Atau sedihkah yang menjadi pilihan dan respon kita ? Haruskah dibalas dengan lempar batu atau melemparkan kotoran yang lebih busuk pada mereka?

Atau balikkan respon kita kepada hal yang positif bahwa kotoran ayam dalam kantong plastik itu adalah bagian dari pemberian yang pasti ada gunanya, minimal bisa dijadikan pupuk bagi tanaman-tanaman di halaman rumah dan kalau bisa lebih banyak. Akan lebih baik biar kita bisa berkebun lebih luas lagi! Pengalaman orang-orang hebat selalu saja bersikap positif dalam tekanan dan selalu bermuara pada kesuksesan dan kemenangan, paling tidak itulah bagian dari ujian pelaut ulung. Bisa berlayar dari angin yang dating dari arah manapun. Dan itulah kita semua, penakluk gelombang untuk mencapai pulau harapan.

Teruslah menaburkan kebaikan. Tuhan tidak tidur dan akan membalas kebaikan-kebaikan kita. Jika kamu mengharapkan kebaikan maka taburkanlah kebaikan. Yakinlah makin banyak kebaikan hatimu yang kamu berikan maka makin banyak pula kebaikan, manfaat, dan kemaslahatan yang kamu dapatkan.

Makassar, 28 Mei 2015

 

Terkait

    • 1597 pengunjung
    • 2261 hits
    • 22 02 2016

    Seorang panglima perang yang tangguh mengajak seluruh anak buahnya untuk merebut pulau. Setelah seluruh perahu bersandar di pantai pulau yang akan direbut, dia kemudian memerintahkan untuk membakar semua perahu yang ada di pantai “Don’t look back”-teriaknya itulah makna “the point of no return,” titik dimana tidak ada lagi kesempatan untuk kembali. Tekad itu merupakan suatu upaya menghadirkan keberanian karena meyakini kebenaran dan berjuang tanpa kata menyerah. Makanya, “don’t stop!” hingga berhasil merebut pulau tersebut.*

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1540 pengunjung
    • 2162 hits
    • 22 02 2016

    Kalau kita berjalan danterus melangkah memperjuangkan kebenaran yang hendak diraih, maka satu-satunya peluang adalah terus melangkah dan menaklukkan apapun yang yang ada di hadapan kita. Bila ada jalan buntu, maka pilihannya hanya : 1) menerima apa adanya dan menyerah; serta 2) berpikira dan mengerahkan segala upaya menerobos dan menemukan jalan baru untuk menggapai tujuan. Apalagi, keadaan-keadaan mendesak justru menjadi kjreativitas dan motivasi untuk meraihnya, “Never give up” (tak pernah menyerah). Toh, kita berada pada posisi “the point of no return”. Maka, “Don‘t Stop, Komandan!”*

     

                                                                                                                                                    (5 Juli 2012)

    Selengkapnya.
    • 1634 pengunjung
    • 2304 hits
    • 22 02 2016

    Teman adalah jimat dan obat mujarab serta mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk itu, kita semua wajib menjaga pertemanan dan sebisa mungkin jangan dikecewakan. Toh, teman menjadi solusi terbaik kalau kita stress, teman adalah penasihat dan penular kebaikan, teman juga memberi dukungan saat kita susah dan membutuhkan pertolongan, teman bahkan menjauhkan kita dari masalah dan depresi. Bahkan, temanlah yang memperkuat dan mendukung semua cita-cita dan harapan kita. Makanya, mari kita perbanyak teman. Jaga sikap kita untuk keutuhan pertemanan. Kembangkan sikap mau membantu, antusias, berjiwa besar, dan selalu terbuka untuk saling memberi. Mari kita tidak saling mengecewakan teman. Dan kamu temanku, saya temanmu!*     

     

                                                                                                                                                                    (14 Juli 2012)

    Selengkapnya.

menu lainnya